Selamat Datang di
Alexandra & Partner Consultant

Anggota Gratis
Alexandra & Partner Consultant
Alexandra & Partner Consultant
Indonesia
Share

Jasa Konsultansi Penerapan ISO 14001 ( Sistem Manajemen Lingkungan)

Menyoal ISO 14001, mungkin kita terpaku terhadap ramalan suku Maya akan kejadian pada tahun 2012, namun kita lupa bahwa kita mungkin juga telah berperan serta dalam mendorong terjadinya peristiwa tersebut. Pemanasan Global sudah didepan mata, seakan raksasa yang tiba-tiba sudah berdiri di depan, tanpa kita sadari darimana dan apa kepentingannya. Saat kita terhenyak, kita lupa sudah seberapa besar limbah yang kita buang ke alam, berapa liter minyak yang dipakai untuk kegiatan industri atau transportasi, berapa besar polusi yang kita tiupkan ke udara, dan berapa besar pemakaian air bersih, serta hutan-hutan tanpa dosa yang digunduli.

Alam seolah kembali untuk menagih utang dalam bentuk banjir kiriman serta longsor yang mengakibatkan korban jiwa dan luluh lantaknya bangunan. Mereka menagih jutaan pohon yang ditebang di hutan-hutan yang dilindungi, sehingga terjadi bencana banjir dan tanah longsor, kemudian mengurangi paru-paru dunia sehingga daur ulang oksigen berkurang karena tidak ada yang menyaring gas-gas pencemaran menjadi oksigen kembali. Mereka menagih sumberdaya alam yang digali seperti batubara, minyak bumi serta sumber-sumber mineral lainnya yang berjuta-juta ton dan puluhan tahun telah dieksploitas, sehingga susunan tanah dan bebatuan tidak seimbang lagi dalam menghadapi hujan dan berkurangnya penghijauan.
Pengelolaan lingkungan sebenarnya sudah dimulai dari awal, sejak sebuah perusahaan atau pabrik berdiri dengan harus dibuatnya UKL/ UPL atau AMDAL. UKL/ UPL dan AMDAL merupakan usaha pengelolaan aspek dan dampak lingkungan dari kegiatan sebuah perusahaan. Dalam UKL/ UPL atau AMDAL diidentifikasi sumber-sumber polusi dan penyebabnya serta ditetapkan langkah-langkah untuk mengelolanya.

Pada prinsipnya terdapat dua konsep dalam pengelolaan lingkungan yaitu mengelola polusi serta program penghematan pemakaian energi atau sumberdaya alam lainnya. Penerapan pengelolaan lingkungan akan berbeda-beda tergantung jenis proses produksi, misalnya pabrik tekstil, pabrik elektronik atau pabrik semen. Pengelolaan terhadap sumberdaya alam atau pencegahan polusi antara lain:

Air
1.Perusahaan harus mempunyai neraca penggunaan air untuk proses produksinya atau kegunaan lainnya
2. Perusahaan melakukan upaya mengurangi air limbah yang dihasilkan
3. Perusahaan menetapkan upaya efisiensi penggunaan air.

Energi
1. Perusahaan menetapkan program konservasi energi dan pengurangan emisi udara
2. Melakukan identifikasi penggunaan energi dan pengendalian pemakaiannya
3. Perusahaan mempunyai neraca penggunaan energi, misalnya penggunaan energi listrik, bahan baku solar atau penggunaan gas.
4. Menetapkan program penghematan pemakaian energi

Udara
1. Perusahaan melakukan identifikasi dan pengukuran sumber-sumber polusi udara
2. Perusahaan menetapkan program mengurangi polusi udara
3. Perusahaan melakukan pengukuran terhadap parameter kualitas udara secara periodik

Limbah Bahan Berbahaya Beracun ( B-3)
1. Perusahaan melakukan identifikasi sumber-sumber pencemaran atau limbah, misalnya dengan mengidentifikasi limbah B-3 dan limbah non B-3.
2. Perusahaan menetapkan program pengurangan pencemaran atau limbah
3. Melakukan upaya pengelolaan limbah B-3 sesuai dengan peraturan terkait

Manfaat
Beberapa manfaat yang dapat diperoleh baik secara langsung maupun tidak langsung dari pemenuhan persyaratan dan penerapan sistem manajemen lingkungan ISO 14001 diantaranya adalah sebagai berikut:
Ø Meningkatkan tingkat kepercayaan pelanggan atau masyarakat terhadap masalah lingkungan
Ø Melakukan identifikasi dampak lingkungan dan peraturan terkait
Ø Membantu perusahaan mengelola aspek dan dampak lingkungan lebih efektif.
Ø Memperbaiki kinerja lingkungan dengan terencana dan sistematik
Ø Mengurangi biaya operasi perusahaan dengan menerapkan program penghematan dan re-use energy atau sumberdaya alam,
Ø Mencegah terjadinya pencemaran yang berdampak besar terhadap lingkungan
Ø Peluang menggunakan energi atau sumberdaya dan mengurangi biaya dengan lebih baik lagi
Ø Mengelola lingkungan denga lebih baik yaitu dengan menerapkan penghematan pemakaian energi, mencegah polusi, serta dampak sosial terhadap masyarakat sekitar.

Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001
Penerapan pengelolaan dampak terhadap lingkungan dapat dilakukan dengan menerapkan persyaratan sistem manajemen lingkungan ISO 14001. Secara umum persyaratan sistem manajemen lingkungan dapat diuraikan sebagai berikut:
Ø Identifikasi aspek dan dampak lingkungan
Ø Identifikasi peraturan dan perundangan yang terkait
Ø Menetapkan kebijakan lingkungan
Ø Tujuan, sasaran dan program lingkungan
Ø Menetapkan prosedur tanggap darurat lingkungan
Ø Menetapkan prosedur pengendalian operasi
Ø Menetapkan sistem pemantauan dan pengukuran
Ø Evaluasi kepatuhan
Ø Audit internal
Ø Tinjauan manajemen
Ø Ketidaksesuaian, tindakan perbaikan dan pencegahan
Ø Kompetensi dan pelatihan
Ø Komunikasi
Ø Pengendalian dokumen dan rekaman
Ø Sumberdaya, tugas, tanggungjawab dan wewenang

Konsep Penerapan Sistem Manajemen Lingkungan
Tidak berbeda jauh dengan penerapan “ WRAP atau ISO 9001” , penerapan sistem manajemen lingkungan terdiri atas tahap-tahap sebagai berikut:

1. Self-Assessment
Kegiatan ini merupakan proses menilai sistem manajemen perusahaan terhadap persyaratan sistem manajemen lingkungan. Hasil kegiatan ini berupa observasi komprehensif terhadap segala kegiatan perusahaan yang antara lain kegiatan di gudang, proses produksi, perawatan dan perbaikan mesin sampai kegiatan kantor.

2. Penilaian Aspek dan Dampak Lingkungan
Melakukan penilaian terhadap aspek dan dampak lingkungan dari proses produksi dan kegiatan perusahaan. Hal ini dilakukan dengan melakukan tinjauan dan analisis aspek dan dampak lingkungan terhadap proses produksi yang dilakukan, misalnya melakukan identifiksi pemakaian bahan bakar ( BBM) , energi listrik, bahan kimia, air, serta proses-proses yang menimbulkan pencemaran baik berupa pencemaran udara, limbah padat dan cair.

3. Menyusun Dan Menetapkan Sistem Manajemen Lingkungan
Setelah identifikasi aspek dan dampak lingkungan dilakukan, tahap selanjutnya adalah menyusun dan melakukan “ set-up” sistem manajemen lingkungan sesuai dengan persyaratan ISO 14001 termasuk penerapan, sistem dokumentasi dan rekaman. Dalam tahap ini perusahaan menyusun sistem dokumentasi, menetapkan tugas dan tanggungjawab, jadwal kegiatan audit lingkungan, tinjauan manajemen dan sebagainya.

4. Pembuatan Manual/ Prosedur Dan Penerapan
Menyusun manual, prosedur dan sistem dokumentasi lingkungan sesuai dengan persyaratan ISO 14001 beserta penerapannya di perusahaan. Tujuan dari tahap ini adalah menyusun suatu sistem dokumentasi yang “ auditable” serta dapat dipertanggungjawabkan. Selain penyusunan dokumen sesuai persyaratan ISO 14001, dilakukan juga pemenuhan terhadap persyaratan-persyaratan hukum ( legal) terkait dengan kegiatan proses bisnis perusahaan, misalnya membuat ijin IPAL, pembuangan limbah B3 sesuai peraturan yang berlaku, serta membuat UKL/ UPL.

5. Internal Audit ( Monitoring)
Untuk menjaga kelangsungan dan konsistensi penerapan sistem manajemen lingkungan, perusahaan melakukan internal audit. Hal ini untuk menilai kemajuan-kemajuan yang diperoleh setelah proses penerapan. Hasilnya berupa laporan audit yang dibahas bersama pihak-pihak terkait mengenai kekurangan-kekurangan yang ditemukan saat audit serta memastikan dilakukan tindakan perbaikan.
Sasaran
Membantu perusahaan dalam memenuhi persyaratan dan menerapkan Sistem Manajemen Lingkungan ( Environmental Management System) ISO 14001 sampai siap untuk diaudit oleh pihak ketiga ( lembaga sertifikasi) .

Proses
Pekerjaan konsultansi dan penerapan ISO 14001 terdiri atas beberapa tahap pekerjaan yaitu:
a. Self-Assessment ( Gap Analysis) ,
b. Identifikasi aspek dan dampak lingkungan
c. Pelatihan,
d. Desain Sistem Manajemen Lingkungan,
e. Bimbingan pembuatan manual, prosedur dan instruksi kerja
f. Audit penerapan ISO 14001

Hasil akhir
Hasil tahap-tahap pekerjaan konsultansi Penerapan Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001 berupa:
a. Laporan Audit ( Gap analysis & Self-Assessment) ,
b. Laporan Identifikasi aspek dan dampak lingkungan
c. Pelatihan persyaratan ISO 14001,
d. Manual, Prosedur, Instruksi Kerja, Dan Sistem Dokumentasi Manajemen Lingkungan
e. Penerapan persyaratan ISO 14001 di perusahaan atau organisasi

Manfaat:
Dengan adanya pekerjaan konsultansi ini akan memberi beberapa manfaat bagi perusahaan antara lain:
a. Proses penerapan relatif tidak terlalu mengganggu kesibukan kerja, sehingga kegiatan produksi dapat berjalan normal
b. Dibantu dalam melakukan peninjauan aspek dan dampak lingkungan
c. Proses penyusunan dan penulisan prosedur dan instruksi kerja lingkungan dapat dikerjakan oleh konsultan sehingga tidak menjadi pekerjaan tambahan bagi karyawan
d. Pengendalian sistem manajemen lingkungan ISO 14001 menjadi lebih efisien dan efektif
e. Menyediakan alat untuk perbaikan berkelanjutan ( Continual improvement) terhadap pengelolaan aspek dan dampak lingkungan

Kontak Dan Informasi
Untuk mendapatkan infomasi lebih lanjut atau proposal penawaran, silahkan informasikan nama perusahaan, dan alamat ke HP: 0819-32699684 atau email address: dandyalexandra@ yahoo.co.id

Harga:Nego
Cara Pembayaran:Transfer Bank (T/T)
Negara Asal:Indonesia



Korespondensi Perusahaan
Nama:Tn. Dandy alexandra [Pemasaran]
E-mail:Kirim Pesan
Situs Web:http://dandyalexandra.wordpress.com/ 2012/ 01/ 28/ kursus-online-e-consulting-menyusun-sop-sistem-keamanan-c-tpat/    
Nomer Telpon:081932699684
Alamat:Alam Indah Blok I/2
Tangerang, Banten
Indonesia


Membuat situs langsung jadi?
Silahkan Klik disini!